5:40:00 AM
1

Setiap kita selalu memiliki rencana untuk masa depan yang lebih baik. Yah, itu hal yang manusiawi dari setiap manusia. Tapi apakah kita sadar dmana masa depan yang sesungguhnya?
Bukan kah masa depan yang kita rencakan hari ini akan datang suatu saat nanti? ketika masa depan itu datang maka masa depan itu telah menjadi masa kini atau saat ini? Dan kita akan merencanakan masa depan selanjutnya? Begitulah seterusnya hingga bertemu kematian. Pernah kita berfikir tentang masa depan yang sesungguhnya? Final dari masa depan yang ada. Yah itu tentang akhirat, dimana hanya ada surga dan neraka. Dan saat ini lah yang dapat menentukan masa depan itu, kekal bahagia di surga atau sengsara di neraka !
Banyak orang mengatakan "Hidup itu Pilihan", dan menurutku akhirat itu juga pilihan. Bukan akhirat yang kita pilih, Karna akhirat itu pasti datang. Tapi surga dan nerakah lah pilihan yang ada di akhirat yang akan menentukan kehidupan kita selama lamanya. Kadang kita bodoh dan nekat, terlalu berani mempertaruh kan kebahagiaan yang kekal nanti diakhirat hanya untuk kehidupan dunia yang sementara ini. 
Manusia itu memang membutuhkan hal yang real/nyata saat itu. Kita selalu berjuang dan mempertaruhkan segalanya demi masa depan yang lebih baik walaupun kita sadar belum tentu umur kita sampai pada titik masa depan yang kita kejar ! Belum tentu semua masa depan itu pun terjadi sesuai yaang kita inginkan.
Aku pernah berfikir tentang masa depan, menciptakan mimpi agar semangat menjalani semua aktivitas dan mengejarnya. Aku ingin berada di titik masa depan yang membahagiakan, sampai pada akhirnya aku bisa membahagiakan orang orang disekitarku. Tapi saat itu allah sangat baik, dia memberiku pelajaran yang luar biasa. Dia mengajakku ke suatu tempat yang belum pernah aku temui, dia mengenalkanku dengan seorang keluarga yang tak pernah tau tentang kehidupan gemerlapnya kota. Dia tak pernah berbicara tentang materi, yang keluar dari mulutnya hanya rasa syukur tentang apa yang di milikinya, sampai sempat aku bertanya "apa yang perlu kalian syukuri? Rumah gubuk? Uang yang hanya receh?" dan dia hanya tersenyum memandangku seperti orang bodoh. Lalu dia berkata "Apa yang kamu cari di dunia ini? Kamu punya masa depan? Kejarlah dan jangan lupa untuk bersyukur. Karna tanpa nikmat sehat yang allah berikan kamu tak akan bisa mengejar dan menjalani apapun. Toh diluar sana masih banyak yang sulit bernafas dan harus membayar demi nafas yang sudah allah kasih gratis. Banyak dluar sana yang mengeluarkan uang puluhan juta hanya untuk BAB". Aku tersenyum dan mulai berfikir nikmat2 kecil yang allah berikan, lalu aku bertanya padanya "Apa kamu tak ingin mengejar masa depan mu? Memiliki keluarg yang berkecukupan? Rumah yang nyaman? Dan uang untuk dapat bersedekah?", sambil tersenyum dan merangkul pundakku dia berkata "selama kamu masih didunia masa depan itu gak akan pernah berakhir, karna akan selalu menjadi masa lalu dan akan selalu ada masa depan selanjutnya. Ciptakan masa depan yang sesungguhnya dan tak akan pernah berakhir dan itu hanya ada di akhirat" lalu dia melepaskan tangannya diatas pundakku sambil berkata "sehebat apapun masa depan mu didunia dan semua pencapaian mu tak akan pernah kamu bawa mati. Belajarlah tentang agama agar kamu bisa mendapatkan bahagiaan yang kekal, kamu akan mengerti tentang kebahagiaan yang sesungguhnya dan tentang masa depan". Aku berfikir ini cara allah mengetuk hatiku yang sudah terlalu mancintai dunia dan menginginkan segalanya tentang kebahagiaan dan masa depan didunia ini.
Memang setiap orang memiliki takarannya masing masing dalam menciptakan kebahagiaannya di masa depan. Tapi kebahagiaan akhirat itu kekal dan mutlak, setiap orang pasti ingin bahagia yang kekal. So, semoga kita menjadi orang yang bahagia di masadepan yang kekal nanti. Amin allahuma amin
Semoga bermanfaat

1 komentar:

  1. wah thanks banget nih artikelnya sangat membantu buat referensi saya..
    Nah ini saya ingin sharing artikel yang membantu mengubah hidup saya juga, silahkan di baca dan resapi :
    Menabung di peer to peer lending

    ReplyDelete